Content Creator Asal Batam Jadi Korban Penipuan Tiket Konser Coldplay, Lapor ke Polres Tangsel Rugi Setengah Miliar

Content Creator Asal Batam Jadi Korban Penipuan Tiket Konser Coldplay, Lapor ke Polres Tangsel Rugi Setengah Miliar

Smallest Font
Largest Font

HARIANTANGSEL.ID | Tangselcity - Korban penipuan tiket konser Coldplay melapor ke Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (24/11). Kerugiannya mencapai setengah miliar rupiah.

 Salah satu korban, Rijki Budiman yang merupakan seorang konten kreator asal Kota Batam melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Tangsel. Sebab, saat itu lokasi transaksi pembelian tiket terjadi di salah satu cafe di Kota Tangsel.

Rijki yang mendatangi Mapolres Tangsel bersama kuasa hukumnya itu melaporkan dua orang dengan inisial FMR dan ASF.

 Rijki menjelaskan, penipuan tersebut bermula pada 22 Mei 2023 lalu, saat itu dirinya dikenalkan oleh seorang temannya kepada terlapor..Temannya mengatakan bahwa terlapor memiliki sejumlah tiket untuk konser Coldplay. Sejak saat itu Rijki menjalin komunikasi intens dengan terlapor hingga H-7 penyelenggaraan konser acara.

 Beberapa hari menjelang hari pelaksanaan konser, Rijki mengaku sempat dipertemukan dengan GDA oleh terlapor. Pertemuan tersebut membuat dirinya yakin bahwa ia akan mendapatkan tiket konser Coldplay. Namun hingga saat pelaksanaan konser, tiket yang dijanjikan pelaku ternyata tidak ada.

 Dia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 553 juta untuk transaksi pembelian tiket konser Coldplay "Itu (uang Rp 553 juta) untuk 115 tiket dengan berbagai kategori," ujarnya.

 Sementara, kuasa hukum Rijki Budiman, Leon Maulana Mirza Pasha menjelaskan, berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki, dirinya melaporkan FMR dan ASF ke Polres Tangsel.

 Ia meyakini bahwa FMR dan ASF merupakan satu komplotan dengan GDA yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya dengan kasus yang sama.

 Terlebih, dikatakan Leon, terlapor merupakan orang yang mengenalkan kliennya kepada sosok GDA beberapa waktu sebelum acara berlangsung.

 "Jadi FMR dan ASF kami duga satu komplotan dengan GDA yang telah ditetapkan jadi tersangka di Polda Metro Jaya," pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow