Hariantangsel.com | TangselCity Bantuan banjir dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke korban bajir ditemukan telah kadaluwarsa. Kini, bantuan itu telah ditarik lagi dari masyarakat, dan digantikan dengan bantuan yang lebih layak.

Penarikan bantuan itu dilakukan langsung pada Minggu (7/1) setelah adanya laporan dari warga korban banjir.

Kini, Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kota Tangsel  memastikan setiap bantuan yang diterima para korban bencana, termasuk bencana banjir dalam kondisi aman.

Hal itu diungkapkan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangsel, Faridzal Gumay setelah dirinya melakukan pengecekan langsung stok sembako yang berada di gudang BPBD Kota Tangsel.

Gumay mengatakan, pengecekan stok sembako dilakukan guna memastikan bantuan yang sedianya diberikan kepada korban bencana masih layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“Setelah ada berita bantuan kedaluwarsa kemarin saya langsung cek gudang, takut kejadian serupa kembali terulang,” kata Gumay, Selasa (9/1).

Diketahui setiap ada bencana alam, BPBD Kota Tangsel selalu memberikan bantuan paket sembako kepada para korban.

Dari hasil pengecekan itu Gumay menuturkan, bahan-bahan khusus untuk paket sembako seperti teh kemasan, minyak, gula dan ikan sarden masih dalam masa berlaku aman dikonsumsi.  

“Mayoritas kedaluwarsanya habis di tahun 2025 dan tahun 2026. Jadi masih sangat aman,” terangnya.

Ia mengungkapkan, BPBD Tangsel sendiri selalu memperkuat sistem manajemen logistik.

“Jadi setiap barang yang datang lebih dulu ke gudang itu yang akan kita dahului untuk didistribusi ke masyarakat,” ujarnya.

Gumay tak menampik dari hasil pengecekan tersebut didapati untuk beras mendekati habis masa berlaku konsumsinya yang tinggal tiga bulan lagi.